{"id":356,"date":"2025-11-30T12:45:20","date_gmt":"2025-11-30T05:45:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/?p=356"},"modified":"2026-09-17T14:52:58","modified_gmt":"2026-09-17T07:52:58","slug":"tips-membicarakan-seks-dengan-pasangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/tips-membicarakan-seks-dengan-pasangan\/","title":{"rendered":"Tips Membicarakan Seks dengan Pasangan agar Hubungan Tetap Harmonis"},"content":{"rendered":"<p><b>TL;DR:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komunikasi seksual penting untuk menjaga kedekatan emosional dan kepuasan hubungan.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tantangan umum: rasa malu, takut ditolak, atau perbedaan kebutuhan seksual.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Strategi: pilih waktu tepat, gunakan bahasa empatik, jujur tanpa menyalahkan, dengarkan pasangan, dan temukan kompromi sehat.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konseling pasangan di bicarakan.id dapat membantu membangun komunikasi seksual yang lebih terbuka dan harmonis.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_89 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/tips-membicarakan-seks-dengan-pasangan\/#Mengapa_Komunikasi_Seksual_Penting_dalam_Hubungan\" >Mengapa Komunikasi Seksual Penting dalam Hubungan?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/tips-membicarakan-seks-dengan-pasangan\/#Tantangan_dalam_Membicarakan_Seks_dengan_Pasangan\" >Tantangan dalam Membicarakan Seks dengan Pasangan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/tips-membicarakan-seks-dengan-pasangan\/#Dampak_Buruk_Kurangnya_Komunikasi_Seksual\" >Dampak Buruk Kurangnya Komunikasi Seksual<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/tips-membicarakan-seks-dengan-pasangan\/#Tips_Membicarakan_Seks_dengan_Pasangan\" >Tips Membicarakan Seks dengan Pasangan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/tips-membicarakan-seks-dengan-pasangan\/#1_Pilih_Waktu_yang_Tepat\" >1. Pilih Waktu yang Tepat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/tips-membicarakan-seks-dengan-pasangan\/#2_Gunakan_Bahasa_yang_Empatik\" >2. Gunakan Bahasa yang Empatik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/tips-membicarakan-seks-dengan-pasangan\/#3_Jujur_tetapi_Sopan\" >3. Jujur tetapi Sopan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/tips-membicarakan-seks-dengan-pasangan\/#4_Dengarkan_dengan_Tulus\" >4. Dengarkan dengan Tulus<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/tips-membicarakan-seks-dengan-pasangan\/#5_Temukan_Kompromi\" >5. Temukan Kompromi<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/tips-membicarakan-seks-dengan-pasangan\/#Pertanyaan_yang_Sering_Diajukan\" >Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/tips-membicarakan-seks-dengan-pasangan\/#Peran_Psikolog_dalam_Membantu_Komunikasi_Seksual\" >Peran Psikolog dalam Membantu Komunikasi Seksual<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/tips-membicarakan-seks-dengan-pasangan\/#Tips_Sehari-hari_untuk_Menjaga_Komunikasi_Seksual\" >Tips Sehari-hari untuk Menjaga Komunikasi Seksual<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/tips-membicarakan-seks-dengan-pasangan\/#Hubungan_yang_Harmonis_Dimulai_dari_Komunikasi\" >Hubungan yang Harmonis Dimulai dari Komunikasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/tips-membicarakan-seks-dengan-pasangan\/#Kapan_Harus_Konsultasi\" >Kapan Harus Konsultasi?<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Komunikasi_Seksual_Penting_dalam_Hubungan\"><\/span><b>Mengapa Komunikasi Seksual Penting dalam Hubungan?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak pasangan menganggap seks hanya soal fisik, padahal lebih dari itu: seks adalah bahasa cinta yang mempererat kedekatan emosional. Namun, tidak semua pasangan merasa nyaman membicarakan seks secara terbuka. Ada yang malu, takut menyinggung, atau menganggap topik ini tabu. Akibatnya, kebutuhan seksual sering tidak terpenuhi, dan hubungan berisiko diliputi ketidakpuasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komunikasi seksual yang sehat membantu pasangan saling memahami kebutuhan dan batasan. Dengan keterbukaan, pasangan dapat menemukan titik temu yang membuat keduanya merasa dihargai. Ini bukan hanya soal kepuasan intim, tetapi juga tentang membangun rasa aman, saling percaya, dan keharmonisan jangka panjang.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tantangan_dalam_Membicarakan_Seks_dengan_Pasangan\"><\/span><b>Tantangan dalam Membicarakan Seks dengan Pasangan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski penting, banyak pasangan merasa sulit membuka percakapan tentang seks. Beberapa alasan yang sering muncul:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Rasa malu.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Takut dianggap aneh atau tidak sopan.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Takut ditolak.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Khawatir pasangan tidak menerima kebutuhan seksual kita.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Perbedaan kebutuhan.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Salah satu pasangan menginginkan frekuensi atau variasi berbeda.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Tabu budaya.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Lingkungan atau nilai agama membuat topik seks jarang dibicarakan.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pengalaman masa lalu.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Trauma atau rasa bersalah bisa menghambat komunikasi.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Buruk_Kurangnya_Komunikasi_Seksual\"><\/span><b>Dampak Buruk Kurangnya Komunikasi Seksual<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menghindari pembicaraan tentang seks bisa membawa dampak serius pada hubungan. Tanpa komunikasi, pasangan lebih rentan mengalami:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahpahaman mengenai kebutuhan satu sama lain.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa frustrasi atau kecewa yang menumpuk.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurunnya keintiman emosional.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Risiko perselingkuhan atau konflik besar karena kebutuhan tidak terpenuhi.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Membicarakan_Seks_dengan_Pasangan\"><\/span><b>Tips Membicarakan Seks dengan Pasangan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pilih_Waktu_yang_Tepat\"><\/span><b>1. Pilih Waktu yang Tepat<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan membuka topik seks saat sedang bertengkar atau dalam suasana tegang. Pilih momen santai, misalnya setelah makan malam atau saat berduaan dengan tenang.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Gunakan_Bahasa_yang_Empatik\"><\/span><b>2. Gunakan Bahasa yang Empatik<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih menyalahkan, gunakan kalimat \u201csaya.\u201d Misalnya: \u201cSaya ingin lebih sering merasa dekat denganmu,\u201d bukan \u201cKamu jarang mau berhubungan.\u201d<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Jujur_tetapi_Sopan\"><\/span><b>3. Jujur tetapi Sopan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kejujuran penting, tetapi cara menyampaikannya harus penuh pertimbangan. Fokuslah pada kebutuhan Anda, bukan kekurangan pasangan.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Dengarkan_dengan_Tulus\"><\/span><b>4. Dengarkan dengan Tulus<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komunikasi bukan hanya soal bicara, tetapi juga mendengar. Dengarkan apa yang dirasakan pasangan tanpa memotong atau menghakimi.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Temukan_Kompromi\"><\/span><b>5. Temukan Kompromi<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan kebutuhan adalah hal wajar. Cari solusi yang membuat kedua belah pihak merasa nyaman, misalnya menentukan frekuensi atau mencoba cara baru yang disepakati bersama.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pertanyaan_yang_Sering_Diajukan\"><\/span><b>Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><b>Apakah normal merasa malu membicarakan seks?<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Ya, banyak pasangan merasa begitu, terutama jika belum terbiasa. Namun, rasa malu bisa berkurang seiring latihan komunikasi.<\/span><\/p>\n<p><b>Apakah komunikasi seksual hanya tentang frekuensi hubungan?<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Tidak. Komunikasi seksual juga mencakup ekspresi kasih sayang, batasan, fantasi, hingga cara menunjukkan cinta di luar hubungan fisik.<\/span><\/p>\n<p><b>Bagaimana jika pasangan menolak membicarakan seks?<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Mulailah dengan topik kecil, misalnya membicarakan bentuk kasih sayang yang disukai. Jika tetap sulit, pertimbangkan konseling pasangan.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peran_Psikolog_dalam_Membantu_Komunikasi_Seksual\"><\/span><b>Peran Psikolog dalam Membantu Komunikasi Seksual<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Psikolog dapat membantu pasangan membangun ruang aman untuk membicarakan seks tanpa rasa malu atau dihakimi. Melalui konseling, pasangan bisa belajar teknik komunikasi efektif, menemukan cara menyampaikan kebutuhan, serta mengatasi hambatan emosional yang menghalangi keterbukaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi pasangan dengan perbedaan besar dalam kebutuhan seksual, psikolog juga dapat memandu proses kompromi sehat yang menjaga keharmonisan hubungan.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Sehari-hari_untuk_Menjaga_Komunikasi_Seksual\"><\/span><b>Tips Sehari-hari untuk Menjaga Komunikasi Seksual<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saling memberi pujian atau ucapan sayang setiap hari.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sisihkan waktu khusus untuk pergi kencan dan berbincang dari hati ke hati.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan hanya membicarakan masalah, tetapi juga hal-hal positif yang disukai.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rayakan keberhasilan kecil dalam meningkatkan keintiman.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hubungan_yang_Harmonis_Dimulai_dari_Komunikasi\"><\/span><b>Hubungan yang Harmonis Dimulai dari Komunikasi<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membicarakan seks bukan tanda kelemahan, melainkan wujud kepedulian terhadap hubungan. Dengan komunikasi seksual yang terbuka, pasangan bisa saling memahami, memperkuat keintiman, dan menciptakan hubungan yang lebih harmonis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hubungan intim yang sehat tidak hanya meningkatkan kepuasan fisik, tetapi juga memperkuat ikatan emosional dan rasa saling percaya.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_Harus_Konsultasi\"><\/span><b>Kapan Harus Konsultasi?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika komunikasi seksual terasa buntu, menimbulkan konflik, atau membuat salah satu pihak merasa tidak bahagia, saatnya mencari bantuan profesional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\ud83d\udc49 <\/span><b>Mulai Sesi Konseling Online atau Offline Sekarang di bicarakan.id<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dan dapatkan dukungan psikolog berpengalaman untuk membantu membangun komunikasi seksual yang sehat, terbuka, dan penuh kasih.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TL;DR: Komunikasi seksual penting untuk menjaga kedekatan emosional dan kepuasan hubungan. Tantangan umum: rasa malu, takut ditolak, atau perbedaan kebutuhan seksual. Strategi: pilih waktu tepat, gunakan bahasa empatik, jujur tanpa menyalahkan, dengarkan pasangan, dan temukan kompromi sehat. Konseling pasangan di bicarakan.id dapat membantu membangun komunikasi seksual yang lebih terbuka dan harmonis. Mengapa Komunikasi Seksual Penting [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":410,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[31],"tags":[],"class_list":["post-356","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seksualitas-identitas-diri"],"blocksy_meta":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/356","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=356"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/356\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":468,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/356\/revisions\/468"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=356"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=356"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=356"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}