{"id":471,"date":"2026-09-15T13:00:53","date_gmt":"2026-09-15T06:00:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/?p=471"},"modified":"2026-09-18T13:30:41","modified_gmt":"2026-09-18T06:30:41","slug":"cara-menenangkan-hati-dan-pikiran-menurut-psikologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/cara-menenangkan-hati-dan-pikiran-menurut-psikologi\/","title":{"rendered":"10 Cara Menenangkan Hati dan Pikiran Menurut Psikologi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pikiran yang terus berputar, rasa cemas, atau hati yang terasa gelisah bisa membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit. Cara menenangkan hati dan pikiran menurut psikologi dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana berikut:<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_89 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/cara-menenangkan-hati-dan-pikiran-menurut-psikologi\/#Cara_Menenangkan_Hati_dan_Pikiran_Menurut_Psikologi\" >Cara Menenangkan Hati dan Pikiran Menurut Psikologi<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/cara-menenangkan-hati-dan-pikiran-menurut-psikologi\/#1_Atur_Pernapasan_secara_Perlahan\" >1. Atur Pernapasan secara Perlahan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/cara-menenangkan-hati-dan-pikiran-menurut-psikologi\/#2_Arahkan_Perhatian_pada_Saat_Ini_dengan_Mindfulness\" >2. Arahkan Perhatian pada Saat Ini dengan Mindfulness<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/cara-menenangkan-hati-dan-pikiran-menurut-psikologi\/#3_Gunakan_Teknik_Grounding\" >3. Gunakan Teknik Grounding<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/cara-menenangkan-hati-dan-pikiran-menurut-psikologi\/#4_Tuangkan_Isi_Pikiran_melalui_Journaling\" >4. Tuangkan Isi Pikiran melalui Journaling<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/cara-menenangkan-hati-dan-pikiran-menurut-psikologi\/#5_Kenali_Emosi_yang_Sedang_Dirasakan\" >5. Kenali Emosi yang Sedang Dirasakan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/cara-menenangkan-hati-dan-pikiran-menurut-psikologi\/#6_Fokus_pada_Hal_yang_Bisa_Dikendalikan\" >6. Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/cara-menenangkan-hati-dan-pikiran-menurut-psikologi\/#7_Berikan_Jeda_dari_Pemicu_Stres\" >7. Berikan Jeda dari Pemicu Stres<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/cara-menenangkan-hati-dan-pikiran-menurut-psikologi\/#8_Lakukan_Aktivitas_Fisik\" >8. Lakukan Aktivitas Fisik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/cara-menenangkan-hati-dan-pikiran-menurut-psikologi\/#9_Pastikan_Mendapatkan_Istirahat_yang_Cukup\" >9. Pastikan Mendapatkan Istirahat yang Cukup<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/cara-menenangkan-hati-dan-pikiran-menurut-psikologi\/#10_Ceritakan_kepada_Orang_yang_Dipercaya\" >10. Ceritakan kepada Orang yang Dipercaya<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/cara-menenangkan-hati-dan-pikiran-menurut-psikologi\/#Apakah_Menenangkan_Pikiran_Berarti_Harus_Menghilangkan_Pikiran_Negatif\" >Apakah Menenangkan Pikiran Berarti Harus Menghilangkan Pikiran Negatif?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/cara-menenangkan-hati-dan-pikiran-menurut-psikologi\/#Apa_yang_Harus_Dilakukan_Jika_Hati_dan_Pikiran_Tetap_Tidak_Tenang\" >Apa yang Harus Dilakukan Jika Hati dan Pikiran Tetap Tidak Tenang?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/cara-menenangkan-hati-dan-pikiran-menurut-psikologi\/#Kapan_Sebaiknya_Berkonsultasi_dengan_Psikolog\" >Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Psikolog?<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menenangkan_Hati_dan_Pikiran_Menurut_Psikologi\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Cara Menenangkan Hati dan Pikiran Menurut Psikologi<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Atur_Pernapasan_secara_Perlahan\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">1. Atur Pernapasan secara Perlahan<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat merasa cemas atau tertekan, tubuh dapat menjadi lebih tegang dan napas berubah menjadi lebih cepat. Mengatur pernapasan secara perlahan dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks dan mengurangi ketegangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cobalah menarik napas secara perlahan, kemudian mengembuskannya dengan lebih panjang. Ulangi selama beberapa menit sambil memusatkan perhatian pada keluar-masuknya napas.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Arahkan_Perhatian_pada_Saat_Ini_dengan_Mindfulness\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2. Arahkan Perhatian pada Saat Ini dengan Mindfulness<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mindfulness membantu mengarahkan perhatian pada saat ini tanpa menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Saat pikiran dipenuhi kekhawatiran, coba fokus pada napas, suara di sekitar, atau sensasi tubuh saat beraktivitas untuk membantu mengurangi pikiran yang terus kembali pada masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah systematic review dan meta-analysis terhadap 18 penelitian dengan 1.150 peserta menemukan bahwa latihan mindfulness yang dilakukan secara mandiri memberikan efek kecil hingga sedang dalam mengurangi gejala kecemasan dan depresi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Temuan ini berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Behaviour Research and Therapy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mengenai <\/span><a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/29291584\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">efek latihan mindfulness terhadap gejala kecemasan dan depresi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Gunakan_Teknik_Grounding\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">3. Gunakan Teknik Grounding<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika pikiran terasa terlalu penuh, grounding dapat membantu mengembalikan perhatian pada kondisi saat ini. Salah satu teknik yang sederhana adalah metode 5-4-3-2-1.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Caranya dengan menyebutkan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">5 hal yang dapat dilihat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">4 hal yang dapat disentuh<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">3 hal yang dapat didengar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">2 hal yang dapat dicium<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1 hal yang dapat dirasakan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teknik ini membantu mengarahkan perhatian pada lingkungan sekitar ketika pikiran mulai terlalu dipenuhi kekhawatiran.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Tuangkan_Isi_Pikiran_melalui_Journaling\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">4. Tuangkan Isi Pikiran melalui Journaling<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menulis apa yang sedang dipikirkan dapat membantu pikiran yang berantakan menjadi lebih jelas. Tidak perlu menulis panjang atau menggunakan format tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba tuliskan beberapa pertanyaan seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang sedang saya rasakan?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang membuat saya tidak tenang?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang bisa saya kendalikan?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang tidak bisa saya kendalikan?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang bisa saya lakukan sekarang?<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya bukan harus langsung menemukan solusi, tetapi memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah systematic review dan meta-analysis yang menganalisis 20 penelitian menemukan bahwa <\/span><a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/35304431\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">journaling dapat memberikan manfaat dalam mengurangi gejala kesehatan mental<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, terutama pada kecemasan dan PTSD. Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami efektivitas journaling secara lebih spesifik.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Kenali_Emosi_yang_Sedang_Dirasakan\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">5. Kenali Emosi yang Sedang Dirasakan<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa tidak tenang terkadang muncul karena beberapa emosi bercampur sekaligus. Cobalah memberikan nama yang lebih spesifik pada emosi tersebut, misalnya kecewa, takut, marah, sedih, atau cemas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daripada hanya berpikir \u201csaya sedang tidak baik-baik saja\u201d, mengenali emosi secara spesifik dapat membantu memahami apa yang sedang dirasakan dan menentukan respons yang lebih tepat.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Fokus_pada_Hal_yang_Bisa_Dikendalikan\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">6. Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekhawatiran sering muncul ketika terlalu banyak memikirkan sesuatu yang belum terjadi atau hal yang berada di luar kendali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cobalah membedakan antara hal yang bisa dan tidak bisa dikendalikan. Tindakan, keputusan, dan respons diri sendiri dapat diupayakan, sedangkan pendapat orang lain, masa lalu, atau hasil akhir suatu situasi tidak selalu dapat dikendalikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan berfokus pada hal yang bisa dilakukan saat ini, pikiran dapat menjadi lebih terarah.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Berikan_Jeda_dari_Pemicu_Stres\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">7. Berikan Jeda dari Pemicu Stres<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika pekerjaan, media sosial, berita, atau situasi tertentu membuat pikiran semakin penuh, cobalah mengambil jeda sejenak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jeda dapat digunakan untuk melakukan aktivitas yang lebih menenangkan, seperti berjalan kaki, mendengarkan musik, mandi, atau sekadar beristirahat tanpa membuka media sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengambil jeda bukan berarti menghindari masalah, tetapi memberikan kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk kembali lebih stabil sebelum menghadapinya.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Lakukan_Aktivitas_Fisik\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">8. Lakukan Aktivitas Fisik<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berjalan kaki, melakukan peregangan, atau berolahraga ringan dapat menjadi salah satu cara untuk membantu menenangkan pikiran dan mengurangi gejala kecemasan maupun depresi. Tidak harus melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah systematic umbrella review dan meta-meta-analysis yang melibatkan lebih dari 79.000 peserta menemukan bahwa aktivitas fisik dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Baca penelitian selengkapnya di <\/span><a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/41667154\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">PubMed<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"9_Pastikan_Mendapatkan_Istirahat_yang_Cukup\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">9. Pastikan Mendapatkan Istirahat yang Cukup<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pikiran akan lebih sulit merasa tenang ketika tubuh mengalami kelelahan. Kurang tidur dapat membuat seseorang lebih mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan lebih sensitif terhadap tekanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, tidur dan istirahat yang cukup juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi fisik dan mental.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"10_Ceritakan_kepada_Orang_yang_Dipercaya\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">10. Ceritakan kepada Orang yang Dipercaya<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika pikiran terasa berat, tidak semua hal harus dihadapi sendirian. Menceritakan apa yang dirasakan kepada orang yang dipercaya dapat membantu mendapatkan dukungan dan perspektif yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika masalah yang dirasakan cukup kompleks atau terus berulang, berbicara dengan psikolog dapat membantu memahami kondisi tersebut secara lebih mendalam.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_Menenangkan_Pikiran_Berarti_Harus_Menghilangkan_Pikiran_Negatif\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah Menenangkan Pikiran Berarti Harus Menghilangkan Pikiran Negatif?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak. Menenangkan pikiran bukan berarti membuat pikiran menjadi kosong atau memaksa diri untuk selalu berpikir positif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pikiran dan emosi yang tidak menyenangkan merupakan bagian dari pengalaman manusia. Yang dapat dilatih adalah kemampuan untuk menyadari pikiran tersebut tanpa langsung bereaksi terhadapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, seseorang dapat memberikan waktu untuk memahami apa yang dirasakan sebelum menentukan tindakan.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_yang_Harus_Dilakukan_Jika_Hati_dan_Pikiran_Tetap_Tidak_Tenang\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang Harus Dilakukan Jika Hati dan Pikiran Tetap Tidak Tenang?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika sudah mencoba berbagai cara tetapi rasa cemas, gelisah, atau pikiran yang berlebihan tetap muncul, coba perhatikan apa yang menjadi pemicunya. Perhatikan apakah ada situasi, pikiran, atau tekanan tertentu yang membuat rasa tidak tenang muncul atau semakin kuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kondisi tersebut mulai mengganggu tidur, pekerjaan, hubungan, atau aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog dapat membantu memahami penyebabnya dan menemukan strategi yang lebih sesuai.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_Sebaiknya_Berkonsultasi_dengan_Psikolog\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Psikolog?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika rasa tidak tenang terus berulang dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog dapat menjadi langkah yang tepat untuk memahami apa yang sedang dialami dan mencari cara menghadapinya. Melalui <\/span><a href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">konseling online<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan psikolog Bicarakan.id, kamu bisa mendapatkan ruang untuk membicarakan masalah secara lebih nyaman dan praktis.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pikiran yang terus berputar, rasa cemas, atau hati yang terasa gelisah bisa membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit. Cara menenangkan hati dan pikiran menurut psikologi dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana berikut: Cara Menenangkan Hati dan Pikiran Menurut Psikologi 1. Atur Pernapasan secara Perlahan Saat merasa cemas atau tertekan, tubuh dapat menjadi lebih tegang dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":472,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-471","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psikologi"],"blocksy_meta":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/471","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=471"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/471\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":475,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/471\/revisions\/475"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/472"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=471"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=471"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=471"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}