{"id":493,"date":"2026-09-21T15:26:30","date_gmt":"2026-09-21T08:26:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/?p=493"},"modified":"2026-09-30T15:31:10","modified_gmt":"2026-09-30T08:31:10","slug":"cara-melupakan-seseorang-menurut-psikolog","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/cara-melupakan-seseorang-menurut-psikolog\/","title":{"rendered":"9 Cara Melupakan Seseorang Menurut Psikolog agar Lebih Mudah Move On"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melupakan seseorang yang pernah dekat atau dicintai tidak selalu bisa dilakukan dalam waktu singkat. Rasa rindu, sedih, atau keinginan untuk kembali mengingat masa lalu dapat muncul meskipun hubungan sudah berakhir. Namun, ada beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi keterikatan emosional dan perlahan mengembalikan fokus pada kehidupan sendiri. Berikut cara melupakan seseorang menurut psikolog yang dapat dicoba.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cara Melupakan Seseorang Menurut Psikolog<\/span><\/h2>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Terima Perasaan yang Sedang Dirasakan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedih, kecewa, marah, atau masih merindukan seseorang setelah hubungan berakhir merupakan hal yang wajar. Tidak perlu memaksa diri untuk langsung baik-baik saja atau menganggap perasaan tersebut harus segera hilang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cobalah mengakui apa yang sedang dirasakan tanpa menghakimi diri sendiri. Menerima perasaan bukan berarti terus larut di dalamnya, tetapi memberikan ruang untuk memahami emosi sebelum perlahan mengelolanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses untuk kembali menyesuaikan diri setelah hubungan berakhir juga tidak selalu sama bagi setiap orang. Penelitian mengenai <\/span><a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/37407225\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">penyesuaian setelah putus hubungan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menunjukkan bahwa proses tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi hubungan, waktu sejak perpisahan, dan dukungan sosial yang dimiliki. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada waktu yang sama bagi setiap orang untuk merasa kembali baik setelah perpisahan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Jangan Memaksa Diri untuk Segera Melupakan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keinginan untuk segera melupakan seseorang terkadang justru membuat pikiran semakin sering kembali kepadanya. Alih-alih memaksa diri untuk tidak mengingat, cobalah menyadari ketika kenangan tersebut muncul dan kemudian mengarahkan perhatian pada aktivitas yang sedang dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya bukan menghapus ingatan, tetapi mengurangi seberapa besar ingatan tersebut memengaruhi kehidupan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika pikiran tentang hubungan yang berakhir juga disertai kecemasan atau pikiran yang terus berulang, kamu bisa membaca artikel tentang cara mengatasi kecemasan berlebihan untuk memahami cara mengelolanya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Batasi Kontak dan Paparan di Media Sosial<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus melihat unggahan, membaca pesan lama, atau mencari tahu kabar seseorang dapat membuat perhatian kembali tertuju pada hubungan yang telah berakhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika hal tersebut membuat proses move on semakin sulit, pertimbangkan untuk membatasi kontak atau menggunakan fitur mute dan unfollow untuk sementara. Memberikan jarak dapat membantu menciptakan ruang untuk memulihkan diri secara emosional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini juga didukung oleh penelitian mengenai <\/span><a href=\"https:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/pii\/S0747563225003164\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">penggunaan media sosial setelah putus hubungan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menemukan bahwa mengamati mantan pasangan di media sosial berkaitan dengan tingkat distress akibat putus hubungan, emosi negatif, dan kecemburuan yang lebih tinggi. Studi tersebut melibatkan empat penelitian dengan total 762 partisipan dan menemukan bahwa pengamatan terhadap mantan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, dapat berkaitan dengan proses pemulihan yang lebih buruk.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Hindari Terus-Menerus Mengulang Kenangan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat masa lalu sesekali merupakan hal yang normal. Namun, terus memutar ulang percakapan, mencari kesalahan, atau membayangkan bagaimana jika hubungan tersebut masih berlanjut dapat membuat pikiran tetap terikat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cobalah membedakan antara merefleksikan pengalaman dan terus-menerus terjebak di dalamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika mulai menyadari bahwa pikiran kembali berputar pada kejadian yang sama, arahkan perhatian pada aktivitas yang sedang dilakukan. Dengan begitu, masa lalu dapat menjadi pengalaman untuk dipahami, bukan sesuatu yang terus menentukan kehidupan saat ini.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">5. Lihat Hubungan Secara Lebih Realistis<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat merasa kehilangan, seseorang cenderung lebih mudah mengingat momen yang menyenangkan dan melupakan masalah yang pernah terjadi. Hal ini dapat membuat hubungan terlihat lebih sempurna daripada kenyataannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cobalah melihat hubungan secara lebih utuh, termasuk hal-hal yang tidak berjalan baik, kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan alasan hubungan tersebut berakhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya bukan untuk membenci orang tersebut, tetapi membantu melihat hubungan secara lebih realistis sehingga rasa kehilangan tidak hanya didasarkan pada kenangan yang menyenangkan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">6. Kembali Fokus pada Kehidupan Sendiri<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah hubungan berakhir, sebagian orang dapat merasa kehilangan rutinitas, tujuan, atau bahkan bingung dengan dirinya sendiri karena sebelumnya banyak aktivitas dilakukan bersama pasangan. Karena itu, salah satu langkah penting dalam proses move on adalah mulai membangun kembali kehidupan yang berpusat pada diri sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu bisa mulai dari hal sederhana, seperti kembali melakukan hobi yang sempat ditinggalkan, menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga, mencoba aktivitas baru, atau menetapkan tujuan pribadi dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah ini bukan sekadar mengisi waktu agar tidak memikirkan mantan. Membangun kembali kehidupan dan mengenali diri di luar hubungan juga dapat menjadi bagian dari proses penyesuaian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian mengenai <\/span><a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/26167126\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">pemulihan konsep diri setelah putus hubungan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menunjukkan bahwa kesulitan dalam membangun kembali konsep diri berkaitan dengan kondisi psikologis yang lebih buruk setelah perpisahan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">7. Ceritakan Perasaan kepada Orang yang Dipercaya<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memendam semua perasaan sendirian dapat membuat proses menghadapi kehilangan terasa lebih berat. Berbicara dengan teman, keluarga, atau orang yang dipercaya dapat menjadi ruang untuk mengekspresikan emosi dan mendapatkan sudut pandang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pilih orang yang dapat mendengarkan tanpa menghakimi atau memaksa untuk segera melupakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika perasaan setelah putus hubungan justru membuat kamu terus mengalami stres atau sulit menjalani aktivitas sehari-hari, berbicara dengan psikolog juga dapat menjadi pilihan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">8. Tetap Menjaga Rutinitas Sehari-hari<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perasaan sedih setelah kehilangan seseorang dapat memengaruhi pola tidur, nafsu makan, aktivitas, hingga konsentrasi. Karena itu, tetap menjaga rutinitas sederhana dapat membantu memberikan rasa stabil selama proses penyesuaian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Usahakan tetap tidur cukup, makan secara teratur, melakukan aktivitas fisik, dan menjalankan kegiatan sehari-hari semampunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak perlu langsung membuat perubahan besar. Menjaga rutinitas sederhana secara konsisten sudah dapat menjadi langkah untuk kembali membangun keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">9. Berikan Waktu untuk Proses Move On<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada batas waktu yang sama bagi setiap orang untuk berhenti merasa terikat dengan seseorang. Lamanya hubungan, kondisi ketika hubungan berakhir, keterikatan emosional, dan dukungan sosial dapat memengaruhi proses penyesuaian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, cara melupakan seseorang dengan cepat bukan berarti harus langsung tidak memiliki perasaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ukuran yang lebih realistis adalah ketika perlahan kamu mulai dapat menjalani aktivitas, menikmati kehidupan, dan mengambil keputusan tanpa terus bergantung pada kehadiran orang tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Adakah Cara Melupakan Seseorang dengan Cepat?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang mencari cara melupakan seseorang dengan cepat karena ingin segera terbebas dari rasa sakit setelah hubungan berakhir. Namun, tidak ada metode psikologis yang dapat menjamin seseorang langsung melupakan orang lain dalam waktu tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses move on lebih tepat dipahami sebagai proses penyesuaian. Seiring waktu, seseorang dapat belajar menerima berakhirnya hubungan, mengurangi keterikatan emosional, dan kembali membangun kehidupannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, \u201ccepat\u201d bukan berarti tidak pernah lagi mengingat orang tersebut. Kamu mungkin masih mengingatnya, tetapi kenangan tersebut tidak lagi membuat kehidupan sehari-hari berhenti.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah Harus Benar-Benar Melupakan Seseorang?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melupakan seseorang tidak selalu berarti menghapus seluruh kenangan tentangnya. Kenangan dapat tetap ada sebagai bagian dari pengalaman hidup, sementara perasaan dan keterikatan terhadap orang tersebut perlahan berubah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang lebih penting adalah kemampuan untuk menjalani kehidupan tanpa terus-menerus mencari kehadiran, perhatian, atau validasi dari orang yang sudah tidak lagi menjadi bagian dari hubungan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kata lain, tujuan move on bukan selalu lupa, tetapi mampu menerima bahwa hubungan tersebut sudah berakhir dan tetap melanjutkan kehidupan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Psikolog?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa sedih setelah kehilangan seseorang merupakan hal yang dapat terjadi. Namun, bantuan profesional dapat dipertimbangkan ketika perasaan tersebut terus mengganggu aktivitas sehari-hari, pekerjaan, hubungan dengan orang lain, tidur, atau membuat seseorang kesulitan menjalani kehidupannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Psikoterapi juga dapat menjadi ruang untuk memahami pengalaman setelah putus hubungan dan membantu seseorang menghadapi konsekuensi emosional dari berakhirnya hubungan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sebuah penelitian mengenai <\/span><a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/39101931\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">psikoterapi setelah putus hubungan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> terhadap 1.846 responden, sebagian besar responden menilai terapi tersebut cukup hingga sangat membantu dalam menghadapi dampak emosional dari perpisahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ingin mendapatkan dukungan profesional, <\/span><a href=\"https:\/\/www.bicarakan.id\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">layanan konseling<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> online dengan psikolog Bicarakan.id dapat menjadi salah satu pilihan untuk membicarakan kondisi yang sedang dihadapi.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Melupakan seseorang yang pernah dekat atau dicintai tidak selalu bisa dilakukan dalam waktu singkat. Rasa rindu, sedih, atau keinginan untuk kembali mengingat masa lalu dapat muncul meskipun hubungan sudah berakhir. Namun, ada beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi keterikatan emosional dan perlahan mengembalikan fokus pada kehidupan sendiri. Berikut cara melupakan seseorang menurut psikolog yang dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":494,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-493","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psikologi"],"blocksy_meta":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/493","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=493"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/493\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":495,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/493\/revisions\/495"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/494"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=493"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=493"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bicarakan.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=493"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}